Dulu waktu SD pada pelajaran IPA kita belajar materi simbiosis yang memiliki arti hubungan timbal balik antar makhluk hidup yang saling berdampingan. Terdapat 3 jenis simbiosis yaitu, simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme dan simbiosis parasitisme. Begitupun dalam kehidupan berumah tangga yang ideal harusnya punya simbiosis mutualisme.

Mungkin diantara kita sebelum menikah pernah terbersit apa yang akan didapat setelah menikah? Banyak di antara kita yang berprinsip bahwa menikah dengan seseorang yang saling mencintai merupakan suatu ketulusan dan tanpa pamrih, tetapi ada pula yang berprinsip bahwa pernikahan harus membawa keuntungan.

Hubungan pernikahan yang baik adalah yang bisa memberi keuntungan di antara kedua belah pihak. Keuntungan di sini bukan soal materi, tetapi keuntungan yang membuat kita menjadi lebih baik. Contoh hubungan dalam rumah tangga yang menguntungkan salah satunya yaitu adanya rasa saling empati.

Pasangan yang empati akan selalu berusaha memahami berbagai hal yang ada pada diri kita, pasangan yang empati akan selalu mendukung ketika kita sedang menghadapai masalah dan kesulitan. Tentunya keuntungan tersebut tidak akan kita dapatkan apabila pasangan kita tidak memliki rasa empati, bahkan rasa empati penting untuk hubungan agar awet.

Contoh lainnya yaitu perlu adanya waktu sendiri atau privasi, menjadi hal yang manusiawi ketika dalam berumah tangga adanya rasa bosan apalagi yang sudah hidup bersama dalam waktu yang lama, maka dari itu pentingnya kita punya waktu sendiri atau privasi. Waktu untuk menyendiri ternyata mempunyai keuntungan antara lain waktu untuk istirahat, relaksasi, dan merawat diri sendiri atau selfcare. Apalagi bagi seorang wanita dan ibu kesehatan mental harus tetap terjaga, dengan mempunyai waktu sendiri atau privasi tentunya bermanfaat bagi diri sendiri dan orang sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *