Tidak dapat dipungkiri kalian pasangan LDR pasti pernah mengalami curiga, cemburu, kekurangan waktu untuk berkomuniasi atau bahkan sekedar mempermasalahkan sederhana untuk kamu yang newbie.

Kau adalah laki – laki yang selalu mengingatkan aku bahwa kita tak lebih lemah dari keadaan.kau selalu menguatkan saat aku hanya melihat kehampaan dalam semua hal kau bilang kita sedang berbesar hati membiarkan jarang mengambil  bagian dalam kesibukan perlahan merenggut kita, kau tetap menyempatkan sedikit waktumu untuk mengingatkanku bahwa hatimu tidak berubah sedikitpun.

Meskipun kau tak menggenggam tanganku dan aku tak ada disampingmu, kita tetap menyatu dalam cinta ini.aku ingat ketika kau memintaku untuk tetap percaya padamu, karena kepercayaanku adalah kekuatan untukmu yang terpisah jarak dariku.

“Yaa kepercayaan kau jadikan tempat umtuk kita berindung dari kerapuhan hati agar tetap berjalan bersama.Kini beberapa tahun berselang. Cerita kita masih tetap ada.kita belajar dari berapa banyak pristiwa yang telah kita lalui. Banyak pertengkaran singgah dalam hubungan kita.

Namun,semua itu  hanya membuat kita semakin mampu melihat meski tak nyata, merasa meski hampa dan melangkah meski tak berdarah. Tetapi, hati kita tetap memberi dari ketidaknyataan, kehampaan dan ketiadaan.

Terkadang aku benci dengan keadaan ini. Aku menyesal waktu mengapa engkau tidak memberikan sedikit kesempatan untuk kita bersama, saling bertatap ,bercerita, tertawa bahkan menangis, karena sungguh menyeihkan ketika aku lupa bagaimana caramu bercerita, menatapku, mentertawakanku dan caramu melupakan kesedihanmu di hadapanku. Beberapa bulan sudah ikut serta dalam hubungan ini.

Cinta kita mengajarkan ita tentang kesabaran dalam menghadapi dan kebesaran hati dalam menerima.tetap sabar adalah cramu merendam emosi yang mewarnai obrolan kita lewat telpon. “setiap itu terjadi, seketika air mata menetes.a Aku menyesal untuk membiarkan emosi menodai hubungan kita. Kau adalah lelaki memperkenalkan aku dengan cinta, untuk tetap bertahan meski sulit dan memahami meskipun berbeda. Aku bahagia memilikimu selama ini, maaf selama perjalanan ini aku membuatmu kesal, aku berbuat semauku, dan aku tak pedulikan kamu. Namun tetaplah menjadi lelakiku. “teruslah bersam melawan luka, Tetaplah bersama menahan sesak. Kuatlah bersama mengusir hampa.aku dan kamu harus tetap bersama.

274 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *