Bagaimana menjadi anak seperti kalian yang selalu mendapat dukungan dari orang-orang tersayang? Aku bukan mengeluh tapi aku juga punya hati dan batas kesabaran.  Iri sama orang-orang diluaran. Tapi tidak apa-apa mungkin ini ujian dari yang Maha Kuasa, untukku agar menjadi orang yang berguna.

Beberapa hari kebelakang, aku merasa menjadi anak yang terlantar, tidak diutamakan dalam hal apapun. Tapi aku tetap tegar, sabar, karena aku sudah terbiasa dengan hal itu. Seketika mereka baik hanya ada butuhnya saja. Melihat anak-anak lain sepertinya mereka tentram apalagi ketika dengan seorang ibu.

Aku dengan seorang ibu, perasaanku hanyalah biasa saja, seorang ibu yang sifatnya baik, rendah hati, tapi tidak bagiku. Entah kenapa dia seperti itu, aku merasa terlantar. Tapi alhamdulillah aku masih punya seorang ayah yang begitu baik berbeda dengan ibu. Tapi tidak apa-apa aku sudah terbiasa dengan mereka. Kadang pada saat hari ibu aku melihat teman-teman mengucapkan hari ibu sementara aku tidak. Aku tidak mengeluh aku hanya sedih, betapa hancurnya hatiku sebagai seorang anak.

Kalian jangan sedih dengan curahan hatiku ini ya.  Kalian tidak tahu bagaimana sulitnya menjadi aku yang harus menguatkan diri sendiri setiap hari. Orangtua pasti ingin anaknya menjadi yang terbaik, tapi perasaan aku malah tidak karuan. Bukannya memberi semangat atau apa tapi ini malah seperti yang menguji kesabaranku. Meskipun hatiku begitu hancur ketika mendengar perkataan-perkataan yang keluar dari ibu.

Ketika ada seorang penceramah lain ke sekolah. Penceramah itu mengatakan “janganlah berbuat jahat kepada ibu dan bapak, karena ibu yang harus paling utama dihormati, diperlakukan baik, dan janganlah kalian membuat mereka menangis” aku berfikir, aku dirumah sudah menjadi anak yang baik, semua yang mereka perintahkan aku lakukan. Tapi kenapa mereka tidak memberikan timbal balik yang baik. Dariku untuk kalian yang merasakan hal yang sama sepertiku, kalian tidak boleh mengeluh, tetap semangat, untuk menjadi anak yang baik, karena akupun tidak mengeluh hanya aku merasa lelah saja dengan keadaan ini. Mudah-mudahan tahun sekarang lebih baik lagi.

121 Views
2 thoughts on “GLS BERLIAN : ERNIAWATI”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *